:: SELAMAT DATANG DI BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN (BBPK) MAKASSAR :: PENYELENGGARA DIKLAT BIDANG KESEHATAN BERKUALITAS SEBAGAI RUJUKAN DI INDONESIA TIMUR :: PELATIHAN ASUHAN IBU HAMIL (ANC TERPADU) DAN KELUARGA SEHAT YANG MENJADI PROGRAM UNGGULAN BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN DI TAHUN 2017 ::

Sarana dan Prasarana

Jumlah Kunjungan

00068615
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua Hari
343
979
4173
36507
23925
24670
68615

Your IP: 54.198.210.67
2017-11-23 05:31

 Jabatan Fungsional Promkes Ahli

DSC 2006

Latar Belakang

Sehat merupakan hak dan kebutuhan dasar manusia. Sehat menjadi salah satu faktor penentu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saat ini masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dipengaruhi oleh masalah yang bersifat multifaktorial dan kini berada dalam masa transisi epidemiologis yang menyandang tiga beban “triple burden” kelompok penyakit dengan masih tingginya insidensi dan prevalensi penyakit menular, disusul tingginya insidensi dan prevalensi penyakit tidak menular, dan munculnya “New Emerging Diseases” seperti SARS, H5N1, H1N1, H7N9, Mers CoV di samping masih tinggi angka kematian ibu, bayi dan anak terkait persalinan.

Salah satu faktor utama penyebab masalah tersebut di atas adalah perilaku masyarakat. Oleh sebab itu, upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan intervensi perubahan perilaku, melalui upaya promosi kesehatan.

Promosi kesehatan merupakan upaya meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri serta mengembangkan kegiatan bersumber daya masyarakat sesuai keadaan sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan (SK Menkes No.1114/Menkes/SK/VII/2005).

Upaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, bukan merupakan proses yang mudah. Sehubungan dengan itu, dalam mengatasi masalah kesehatan, sektor kesehatan harus melibatkan lintas sektor terkait serta berbagai kelompok masyarakat potensial. Masyarakat diposisikan sebagai subyek atau pelaku pembangunan kesehatan dan bukan sebagai obyek, sehingga intervensi promosi kesehatan menjadi sangat strategis. Intervensi promosi kesehatan pada prinsipnya merupakan upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, dalam meningkatkan kemampuan individu, keluarga dan masyarakat Indonesia untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) meliputi upaya: a) mencegah timbulnya penyakit dan masalah kesehatan lain; b) menanggulangi penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan; c) memanfaatkan pelayanan kesehatan; d) mengembangkan dan menyelenggarakan upaya kesehatan bersumber masyarakat. Itulah sebabnya, pengelolaan promosi kesehatan harus dikuasai oleh petugas kesehatan di setiap tingkatan, terutama bagi petugas kesehatan di Puskesmas. Pengelolaan promosi kesehatan di puskesmas tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab petugas promosi kesehatan saja melainkan semua petugas pengelola program kesehatan puskesmas. Kepala Puskesmas sebagai penanggung jawab utama penyelenggaraan pelayanan kesehatan di puskesmas, bertugas untuk menggerakkan serta mengarahkan semua petugas pengelola program kesehatan di puskesmas agar melakukan intervensi promosi kesehatan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsinya. Sedangkan, petugas promosi kesehatan di puskesmas, bertindak sebagai koordinator dalam penyelenggaraan promosi kesehatan

di puskesmas.

Tujuan

Tujuan pelatihan umum  :

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu menjadi petugas pengelola promosi kesehatan di Puskesmas.

Tujuan pelatihan khusus  :

Setelah mengikuti pelatihan, peserta memahami dan mampu melaksanakan proses belajar mengajar (pelatihan) untuk meningkatkan kompetensi petugas pengelola promosi kesehatan Puskesmas dalam :

  1. Merencanakan promosi kesehatan di Puskesmas
  2. Melaksanakan KIE dalam bidang kesehatan.
  3. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan
  4. Melaksanakan advokasi dalam bidang kesehatan
  5. Melaksanakan kemitraan dalam bidang kesehatan
  6. Mengembangkan pesan dan media promosi kesehatan
  7. Melaksanakan pemantauan dan penilaian upaya promosi kesehatan
  8. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan upaya promosi kesehatan di Puskesmas

Kriteria Peserta adalah sebagai berikut :

  1. Pegawai Negeri Sipil
  2. Kepala puskesmas atau pengelola program promosi kesehatan
  3. Tidak akan pindah atau pension dalam kurun waktu 2 tahun
  4. Belum pernah mengikuti pelatihan yang sama
  5. Bersedia menjadi petugas promosi kesehatan yang dibuktikan dengan surat pernyataan
  6. Peserta berasal dari puskesmas pedesaan /terpencil /sangat terpencil

Untuk Daftar Klik Disini

 

Search :

Ruang Chating

Sambutan Ka. BBPK

Log-in

Siapa Yang On-Line

We have 49 guests and no members online