You are here:Beranda arrow Artikel arrow Berita Kesehatan arrow OBAT, DIMINUM SEBELUM ATAU SESUDAH MAKAN?

Balai Besar Pelatihan Kesehatan

OBAT, DIMINUM SEBELUM ATAU SESUDAH MAKAN?

oleh: Swestika Swandari, S.Si, Apt

 

 

Sebagian besar orang beranggapan bahwa waktu minum obat adalah sesudah makan, apakah Anda termasuk orang yang mempunyai anggapan seperti itu? Jika ya, maka mulai saat ini Anda harus meninggalkan anggapan itu secepatnya. Persepsi yang salah seperti itu sering kali terjadi pada orang-orang awam yang memang hanya tahu kalau minum obat harus sesudah makan. Padahal, tidak semua obat diminum sesudah makan, tentunya persepsi seperti itu akan merugikan pasien dan bisa menyebabkan keberhasilan terapi akan terhambat.

Untuk sebagian obat, kondisi saluran cerna berkaitan erat dengan kesuksesan terapi. Jadi, ada obat yang sebaiknya diminum 1 jam sesudah makan, pada saat makan ataupun 2 jam setelah makan. Obat memiliki sifat fisikokimia yang pelarutan, penyerapan, distribusi, dan ekskresinya di dalam tubuh akan tergantung kondisi saluran cerna. Waktu untuk meminum obat penting untuk diperhatikan, karena obat memiliki sifat dan tujuan penggunaan masing-masing. Kesalahan waktu minum obat dapat berakibat tujuan penggunaan tidak tercapai bahkan menyebabkan efek samping baru.

Penyerapan obat dapat berkurang oleh makanan yang ada di dalam saluran cerna, sehingga efeknya dapat menurun. Sebagai contoh, beberapa antibiotik seperti tetrasiklin, kloramfenikol dan azitromisin sebaiknya diminum pada saat 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan sehingga mencegah interaksi dengan makanan dan meningkatkan penyerapannya. Jika diminum bersama makanan, kadar obat yang masuk ke dalam darah dapat berkurang sehingga efek obat yang diharapkan tidak tercapai, dapat terjadi resistensi bakteri, dan penyakit yang diderita tidak akan sembuh.

Kondisi lambung yang kosong, dengan asam lambung tinggi juga dapat menyebabkan obat terurai dan menurunkan khasiat atau bahkan bisa  menyebabkan perut menjadi perih akibat iritasi lambung. Obat-obat analgesik, AINS (anti inflamasi non steroidal), dan kortikosteroid oral mempunyai efek samping mengiritasi lambung sehinggal harus diminum segera setelah makan.


Berkaitan dengan tujuan penggunaannya, antasida yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung dapat diminum 15 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Obat-obat diabetes seperti glibenklamid dan glipizid yang diharapkan bekerja pada saat makan sebaiknya diminum sekitar 30 menit sebelum makan. Adapun golongan pencahar seperti minyak jarak sebaiknya diminum pagi-pagi pada saat perut kosong.

Waktu penggunaan yang berbeda untuk tiap obat, maka mintalah saran kepada apoteker atau petugas kesehatan lain. Waktu pemakaian dapat dituliskan pada label obat untuk mencegah Anda lupa. Penggunaan waktu yang tepat salah satu hal yang menjamin keberhasilan terapi Anda.

 

Referensi

Brunton L., et al, 2008, Goodman and Gilman's The Pharmacological Basis of Therapeutics, Tenth Edition, McGraw-Hill Professional, Bethesda NY

 
< Sebelumnya   Berikutnya >