:: SELAMAT DATANG DI BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN (BBPK) MAKASSAR :: PENYELENGGARA DIKLAT BIDANG KESEHATAN BERKUALITAS SEBAGAI RUJUKAN DI INDONESIA TIMUR :: PELATIHAN ASUHAN IBU HAMIL (ANC TERPADU) DAN KELUARGA SEHAT YANG MENJADI PROGRAM UNGGULAN BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN DI TAHUN 2017 ::

Sarana dan Prasarana

Jumlah Kunjungan

00118246
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua Hari
1012
558
9278
77942
24096
49460
118246

Your IP: 54.226.172.30
2017-12-17 21:24

Pelatihan ACLS dan BCLS Angkatan II

Makassar, 05 Desember 2017

DSC 2497

Kegiatan ACLS dan BCLS ini dibuka pada tanggal 4 Desember bertepatan dengan hari jumat tahun 2017 ini oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat BBPK Makassar yang juga dihadiri oleh para pejabat struktural lainnya serta Widyaiswara yang ada di BBPK Makassar tepatnya di Jl. Moha No. 59 Baruga Hasanuddin BBPK Makassar Antang Raya, Peserta pada kegiatan ini untuk ACLS Angkatan II berjumlah 35 Orang dengan tanggal pelaksanaan 04 s.d 07 Desember 2017 dan BCLS Angkatan II dengan tanggal pelaksanaan 04 s.d 06 Desember 2017 dengan jumlah 36 Orang yang berasal dari berbagai instansi Puskesmas dan Rumah Sakit diindonesia Timur, Pelatihan ini bertujuan untuk :

 Menunjukkan kemahiran dalam melakukan tindakan BHD ,termasuk mendahulukan kompresi dada dan mengintegrasikan penggunaan Automated External Defibrilator (AED)/Defibrilator Eksternal Otomatis (DEO)

• Mengelola henti jantung hingga kembalinya sirkulasi spontan (return of spontaneous circulation (ROSC)), Ppenghentian resusitasi ,atau melakukan rujukan.

• Mengenali dan melakukan pengelolaan dini terhadap kondisi sebelum henti jantung yang dapat menyebabkan terjadinya henti jantung atau mempersulit resusitasi.
• Mengidentifikasi dan mempercepat penanganan pasien yang menderita sindroma koroner akut.
• Mendemontrasikan komunikasi yang efektif sebagai seorang anggota atau pemimpin tim resusitasi

dan untuk Pelatihan BCLS bertujuan untuk : 

DSC 2498meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kegawat daruratan, khususnya dalam upaya mengantisipasi kegawat daruratan akibat trauma, cardiovaskuler maupun kegawat daruratan akibat bencana. Dengan adanya berbagai macam potensi bencana sehingga mengakibatkan terjadinya krisis kesehatan , maka diperlukannya kewaspadaan dan kesiapsiagaan petugas imunisasi dan petugas kesehatan lainnya dalam berperan aktif dalam upaya penanganan dan memberikan pertolongan terhadap korban kegawat daruratan akibat bencana maupun akibat krisis kesehatan lainnya.

Kematian biasanya terjadi karena ketidakmampuan petugas kesehatan untuk menangani korban pada tahap gawat darurat (golden periode) ketidakmampuan biasanya disebabkan oleh tingkat keparahan, kurang memadainya peralatan, belum adanya sistem yang terpadu dan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pertolongan kegawat daruratan pada korban akibat bencana, trauma maupun penyakit cardovaskuler.

Pengetahuan dan keterampilan dalam menangani dan memberikan pertolongan pada korban gawat darurat memegang porsi yang paling besar dalam menentukan keberhasilan pertolongan, saat ini kecelakaan/ trauma dan penyakit cardiovaskuler menduduki peringkat lima besar penyebab kematian di Indonesia.

Kegiatan ini berjalan sesuai dengan proses yang sudah sebagaimana mestinya yang telah direncakan dari awal, Pelatihan tsb menggunakanDSC 2425 methode tanya jawab ceramah dan 75% Praktek.

 

Search :

Ruang Chating

Sambutan Ka. BBPK