:: SELAMAT DATANG DI BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN (BBPK) MAKASSAR :: PENYELENGGARA DIKLAT BIDANG KESEHATAN BERKUALITAS SEBAGAI RUJUKAN DI INDONESIA TIMUR :: PELATIHAN ASUHAN IBU HAMIL (ANC TERPADU) DAN KELUARGA SEHAT YANG MENJADI PROGRAM UNGGULAN BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN DI TAHUN 2017 ::

Sarana dan Prasarana

Jumlah Kunjungan

00569176
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua Hari
1602
1686
8560
523210
29532
36958
569176

Your IP: 54.82.79.137
2018-11-16 20:39

Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual dalam Mendukung Program Nusantara Sehat

PENDAHULUAN

  1. LatarBelakang

Indonesia yang mempunyai geografi berupa daratan, lautan, pegunungan serta banyaknya pulau-pulau yang tersebar menyebabkan akses pelayanan kesehatan untuk daerah tertentu sangat sulit dijangkau. Fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan Pemerintah masih banyak yang belum tersedia tenaga kesehatannya. Hal tersebut menyebabkan pelayanan kesehatan di daerah tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Penyediaan sumber daya di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab Pemerintah, sesuai dengan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyebutkan bahwa Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pasal 26 ayat (1) menyebutkan bahwa Pemerintah mengatur penempatan tenaga kesehatan untuk pemerataan pelayanan kesehatan dan Pasal 5 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan pada ayat (2) menyebutkan bahwa setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Dengan melihat dua aturan tersebut diatas bahwa seluruh rakyat Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

 

Meningkatkan jumlah, penyebaran, komposisi dan mutu tenaga kesehatan merupakan tantangan masa depan pembangunan kesehatan. Ketersedian tenaga kesehatan yang memadai merupakan salah satu faktor pendukung dalam percepatan pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang baik sebagai salah satu tujuan pembangunan kesehatan serta dalam upaya mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Situasi di DTPK sangat berbeda dengan daerah lainnya. Ketersediaan tenaga kesehatan dan sarana prasarana merupakan masalah utama yang terjadi di lapangan. Namun demikian, aktivitas pelayanan wajib dilaksanakan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak dapat ditunda. Oleh sebab itu diperlukan kebijakan khusus mengenai model penempatan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan disesuaikan dengan karakteristik daerah dan tidak menyamaratakan kebijakan tersebut untuk seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah telah melakukan berbagai program dalam rangka pemenuhan akses dan mutu pelayanan kesehatan terutama untuk DTPK melalui penempatan dokter, dokter gigi dan bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) serta penugasan khusus untuk tenaga kesehatan lulusan Diploma 3 lainnya. Namun demikian masih diperlukan suatu program penempatan tenaga kesehatan yang komprehensif melalui pendekatan promotif, preventif dan kuratif, dan rehabilitatif.

Oleh karena itu Pemerintah menugaskan tenaga kesehatan melalui Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Program Nusantara Sehat yang diharapkan mampu melaksanakan program secara terintegrasi dan memberikan pelayanan kesehatan secara optimal di tingkat pelayanan dasar khususnya di DTPK. Penugasan khusus tenaga kesehatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan amanat Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Program Nusantara Sehat dilaksanakan untuk mendukung fungsi puskesmas dalam hal penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama.

  • A. TUJUAN PELATIHAN

Rumusan tujuan pembekalan adalah sebagai acuan untuk mencapai kompetensi yang dirumuskan pada bab sebelumnya. Tujuan pembekalan dirumuskan dalam tujuan umum dan tujuan khusus yang merupakan output dari pembekalan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual ini

TUJUAN UMUM

Setelah mengikuti pembekalan, peserta mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kompetensi dan kewenangan yang dimiliki dengan menjunjung etika profesi

  •         TUJUAN KHUSUS

Setelah mengikuti pembekalan peserta mampu:

1. Menunjukkan jiwa bela Negara

2. Menjelaskan pelayanan kesehatan di remote area

3. Melakukan standar pelayanan Puskesmas

4. Menjelaskan manajemen pendekatan keluarga

5. Menjelaskan pemanfaatan JKN dan BOK di Puskesmas

6. Menelaah etnografi kesehatan

7. Melakukan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat

8. Melakukan komunikasi kesehatan

 

  • B. Kriteria Peserta

Peserta yang dilatih adalah tenaga kesehatan yang telah lulus seleksi oleh Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK Kemenkes RI sebagai tenaga kesehatan penugasan khusus individual di Puskesmas. Adapun Tenaga Kesehatan pada Angkatan III ini adalah sbb :

  1. Tenaga Kesehatan Masyarakat (Promkes, Kesling, Gizi)
  2. Tenaga Bidan
  3. Tenaga Perawat / Ners
  4. Tenaga Analis Kesehatan
  5. Tenaga Laboratorium
  6. Tenaga Farmasi
  7. Dokter / Dokter Gigi
  8. Apoteker

Search :

Ruang Chating

Sambutan Ka. BBPK