:: KELUARGA BESAR BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN (BBPK) MAKASSAR MENGUCAPKAN :: SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1438H SEMOGA AMAL IBADAH KITA SELAMA SEBULAN PENUH DIBULAN SUCI RAMADHAN DITERIMA OLEH ALLAH S.W.T. ::

Sarana dan Prasarana

Jumlah Kunjungan

00272517
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua Hari
1020
1172
4546
237764
37794
46743
272517

Your IP: 54.162.94.15
2017-06-28 22:33

PEMERIKSAAN SANITASI KAPAL BAGI KKP

     Latar Belakang

Sarana transportasi yang   dianggap sebagai lingkungan tempat tinggal sementara yang memiliki waktu menetap relatif lama adalah kapal laut. Sesuai dengan keadaan tersebut, serta amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1962 tentang Karantina Laut, maka sanitasi di kapal merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mendukung pengawasan kesehatan khususnya manusia di dalamnya maupun masyarakat pada umumnya.

Setiap orang yang berada di kapal harus menjaga sanitasi dan kesehatan kapal seperti sarana sanitasi, suplai makanan dan kebersihan lingkungan di kapal. Sanitasi kapal tidak mungkin terwujud tanpa kerjasama setiap Anak Buah Kapal (ABK). Nahkoda berkewajiban menjaga kondisi sanitasi setiap saat dan secara berkala memeriksa kondisi sanitasi di atas kapal (CDC, 2003).

Di Indonesia sanitasi kapal merupakan hal yang perlu mendapat perhatian dibidang kesehatan, berdasarkan aturan International Health Regulation (IHR) tahun 2005. Setiap kapal wajib mempunyai dokumen SSCEC (Ship Sanitation Control Exemptation Certificate) / SSCC (Ship Sanitation Control Certificate) untuk berlayar Internasional maupun Domestik.

Pencegahan penyebaran penyakit karantina seperti yellow fever, cholera, pes dan penyakit menular potensial wabah (emerging desease, new emerging desease, re-emerging desease) di pintu masuk Negara (entry point) merupakan implementasi PHEIC (public health emergency of international concern) yang tertuang dalam IHR (international health regulation) revisi 2005. Pemantauan faktor risiko di kapal melalui pemeriksaan sanitasi kapal, merupakan wujud nyata tugas dan fungsi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Berdasarkan data pemeriksaan sanitasi kapal di KKP Kelas I Batam dari Tahun 2010 – 2015 dari 11.922 kapal yang diperiksa, terdapat 610 kapal yang terindikasi tingkat risiko tinggi. Tingginya angka tingkat risiko kapal yang dilakukan pemeriksaan terkait dengan beberapa faktor diantaranya, kompartemen kapal yang tidak saniter dan adanya vektor penular penyakit yang ditemukan di   kapal. Untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang berkualitas perlu didukung tenaga profesional yang tersertifikasi dibidang sanitasi kapal. Selain tenaga fungsional baik sanitarian, entomology maupun epidemiolog. Hasil   dari   pemeriksaan sanitasi kapal dapat menunjang pencapaian angka kredit petugas pemeriksa sekaligus meningkatkan daya saing dalam kinerjanya.

Melalui pendidikan dan pelatihan tenaga professional pemeriksa sanitasi kapal yang bekerja di Kantor Kesehatan Pelabuhan diharapkan mampu bersaing menghadapi AFTA maupun MEA (masyarakat ekonomi Asean) . Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya tenaga pemeriksa sanitasi kapal maka diperlukan pendidikan dan pelatihan secara khusus serta tersertifikasi.

                                           

Fungsi

  •                 
  •  h.   Memahami pengawasan nubika (nuklir,biologi,kimia) di kapal
  •  g.   Melakukan pengawasan kualitas lingkungan di kapal
  •   f.   Melakukan pengawasan penyediaan air bersih di kapal
  •  e.   Melakukan pengawasan makanan dan minuman serta personal Higiene penjamah makanan dikapa
  •  d.   Melakukan pengawasan limbah di kapal
  •  c.   Melakukan pengawasan vektor dan binatang pembawa penyakit di kapal
  •  b.   Menjelaskan kompartemen kapal
  •  a.   Menjelaskan pemeriksaan sanitasi kapal
  • Dalam melaksanakan perannya, peserta memiliki fungsi dalam :
  •                                              
  • Kompetensi
  • Setelah mengikuti pelatihan, peserta kompeten dalam :
  • a.   Menjelaskan pemeriksaan sanitasi kapa
  • b.   Menjelaskan kompartemen kapal
  • c.   Melakukan pengawasan vektor dan binatang pembawa penyakit di kapal
  • d.   Melakukan pengawasan limbah di kapal
  • e.   Melakukan pengawasan makanan dan minuman serta personal Higiene penjamah makanan dikapal
  •  f.   Melakukan pengawasan penyediaan air bersih di kapal
  • g.   Melakukan pengawasan kualitas lingkungan di kapal
  • h.   Memahami pengawasan nubika (nuklir,biologi,kimia) di kapal

 

 

suasana pembelajaran dalam kelas